Home / News

Sabtu, 30 Mei 2020 - 21:28 WIB

Beberapa Risiko Mengonsumsi Nasi Setengah Matang Bagi Kesehatan

Beras merupakan makanan pokok di banyak negara. Meskipun nasi dimasak secara konvensional sebelum dikonsumsi, beberapa orang bertanya-tanya apakah mengonsumsi nasi setengah matang memberikan risiko bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa risiko mengonsumsi nasi setengah matang bagi kesehatan tubuh.

Keracunan Makanan

Mengonsumsi nasi setengah matang dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Ini karena nasi setengah matang dapat mengandung bakteri berbahaya, seperti Bacillus cereus. B. cereus adalah jenis bakteri yang bisa ditemukan di tanah dan dapat mencemari beras mentah. Bakteri ini membentuk spora, yang dapat membantu bertindak sebagai persiai untuk memungkinkan B.cereus bertahan hidup meskipun telah dimasak.

Namun, bakteri ini umumnya tidak dapat berkembang pada nasi yang baru di masak karena suhu tinggi dapat meminimalkan pertumbuhannya. Sedangkan dengan beras yang masih mentah dan tidak di simpan dengan benar, serta mendapatkan suhu yang lebih dingin, biasanya dapat meningkatkan pertumbuhannya. Keracunan makanan terkait dengan B. cereus dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kram perut atau bahkan diare dalam waktu 15-30 menit setelah mengonsumsi nasi setengah matang.

Beras mentah memiliki beberapa senyawa yang dapat menyebabkan masalah pencernaan. Awalnya, beras mengandung ketin, sejenis protein yang bertindak sebagai insektisida alami. Lektin kadang-kadang disebut sebagai antinutrein karena dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi.

Manusia tidak dapat mencerna lektin, sehingga ketika lektin masuk melewati saluran pencernaan dapat merusak dinding usus. Ini dapat menyebabkan gejala seperti diare dan muntah. Biasanya ketika nasi dimasak, sebagian besar lektin akan hilang karena terkena suhu tinggi.

Masalah Kesehatan Lainnya

Dalam beberapa kasus, keinginan untuk mengonsumsi nasi mentah bisa menjadi gangguan makan yang dikenal sebagai pica. Pica merupakan salah satu gangguan makan untuk mengonsumsi makanan atau zat yang tidak bergizi. Meskipun pica jarang terjadi, pica lebih cenderung terjadi pada anak-anak dan perempuan hamil. Mengonsumsi beras mentah atau setengah matang dalam jumlah besar karena pica telah dikaitkan dengan efek samping seperti kelelahan, sakit perut, rambut rontok, kerusakan gigi dan anemia.

Resep Lain  Chef Arab Ini Masak Buaya Panggang, Bagaimana Rasanya ya Bund?

Mengonsumsi beras mentah atau setengah matang tentunya tidak aman dan menimbulkan beberapa masalah kesehatan, seperti keracunanan makanan dan kerusakan saluran pencernaan. Selain itu beras mentah atau setengah matang tidak lebih bergizi daripada nasi.

Share :

Baca Juga

News

Warga Thailand Sembah Buah yang Bentuknya Aneh, Mirip Buah Nanas

News

6 Resep Makanan yang Paling Banyak Dicari di Google Selama Pandemi Corona Covid-19

News

Chef Arab Ini Masak Buaya Panggang, Bagaimana Rasanya ya Bund?

News

Luar Biasa! Ayah Ajak Putranya Keliling Antar Makanan Sampai Terkantuk-kantuk

News

Wow! Chef Ini Bikin Sandwich ‘Social Distancing’ dengan Panjang 2 Meter